Skip to main content
PERESMIAN PLTSHE - Bupati Konut, Ruksamin bersama Direktur Politeknik Energi Kementerian ESDM, Perry Burhan didampingi Sekda Konut, Marthaya, Kadis PU, Majeruddin, Kadis Perindag, Muhardi Mistafa saat meresmikan Penggunaan Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (PLTSHE) di Desa UPT Puuhialu, Kecamatan Oheo.

Konawe Utara Dapat Bantuan 1.750 Unit PLTSHE

           WANGGUDU-Masyarakat trans yang bermukim di Desa Puuhilau, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya dapat menikmati aliran listrik masuk di kediaman mereka. Desa yang berada di pelosok ini mendapat bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (PLTSHE) melalui melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Politeknik Energi Ksementerian ESDM RI, Perry Burhan kepada Bupati Konut, Ruksamin didampingi jajarannya, di desa UPT Puuhialu sebagai titik pusat PLTSHE, Rabu (9/1/2019).

Sejumlah pembangkit listrik itu telah dilengkapi dengan mesin teknologi yang baik, serta daya tampung energi surya juga lebih tahan lama. Alat ini nantinya akan digunakan sebagai penerangan jalan serta di masing-masing rumah warga.

Muslin, warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya dengan adanya bantuan PLTSHE. Pasalnya, desa yang telah di huninya itu sejak puluhan tahun itu belum pernah tersentuh bantuan alat penerangan. Untuk memperoleh listrik, sebagian masyarakat menggunakan mesin genset berbahan bakar bensin dan lampu pelita.

“Kami senang pak, bisa dapat bantuan listrik sebagai alat penerangan. Kami berterima kasih sama Pemerintah atas kepeduliannya kepada kami masyarakat trans,”ungkap bapak dua anak ini sembari tersenyum bahagia.

Hal yang sama juga diungkapkan Ramli. Sekitar ratusan jiwa menghuni desa yang berada di area Gunung Oheo itu menantikan adanya bantuan listrik sebagai alat bantu penerangan.

Dia mengakui, listrik menjadi kebutuhan utama yang sangat susah diperoleh, terlebih masyarakat yang nota bene sebagai petani dengan penghasilan terbatas sangat sulit untuk memiliki alat bantu penerangan.

Image removed.

“Kami bersyukur bisa dapat pantuan listirik, apalagi ini hemat energi tidak mesti kami bayar listrik dan gunakan BBM. Kesenangannya, karena desa kami biasa dapat alat penerangan, apalagi ini menjadi kebutuh utama kami juga di desa,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Konut Ruksamin mengungkapkan pihaknya tak henti-hentinya berupaya membebaskan masyarakat dari krisis listrik. Dia memastikan, tahun ini seluruh wilayah di daerah itu sudah bisa menikmati penerangan listrik.

Ruksamin juga menjelaskan bahwa pihaknya juga terus membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan rencananya itu, salah satu upayanya yang sudaj berhasil adalah adanya bantuan alat penerangan dari PT PLN unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan ( UIP SULBAGSEL) berupa pendirian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapisitas 2 kali 200 mega watt.

PLTU ini rencananya akan dibangun di desa Punggulawu, Kecamatan Sawa. PLTU ini merupakan yang terbesar dikawasan indonesia timur. Realisasinya sekitar 6 bulan terhitung sejak desember 2018.

“Sudah ditinjau juga lokasi rencana pendiriannya oleh perwakilan PT PLN UIP SULBAGSEL, pak Willyam,”ujar mantan Ketua DPRD Konut ini.

Dijelaskan, manfaat adanya bantuan PLTU ini nantinya, kebutuhan listrik tak hanya akan dirasakan masyarakat Konawe Utara saja, tapi seluruh Sulawesi Tenggara.

Tak habis sampai disitu, komunikasi yang terus dibangun juga membuahkan hasil yang baik. Pemda setempat kembali mendapat bantuan 1.500 fasilitas alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari PT. PLN Bengkulu. Fasilitasnya pun, telah dilengkapi mesin bertekhnologi canggih dan modern sehingga dapat memancarkan cahaya yang maksimal dan tahan lama, meski tanpa menggunakan bahan bakar.

PLTS tersebut, akan dipasang di setiap median jalan dan pelosok wilayah mulai dari Desa Tondowatu sampai Tetewatu. Tujuannya, untuk memberikan penerangan jalan, serta menciptakan keamanan dan kenyamanan baik bagi para pengendara yang melintas maupun masyarakat yang bermukim di wilayah itu.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.